Memperingati hari perdamaian yang jatuh pada tanggal 21 September, selama sepekan Forum Jogja Damai (FJD) yang merupakan sekumpulan komunitas pemuda lintas agama dan elemen pemuda yang mulai terbentuk pada tahun 2013 menggelar “Jogja Peace Parade”.

Bertempat di Republik Guyub Jalan Tantular no. 397, Yogyakarta, acara pembukaan “Jogja Peace Parade” berlangsung penuh kehangatan. Berbagai komunitas menampilkan karya mereka yang mencerminkan indahnya perbedaan, Rabu (14/9/2016) malam.

“Acara ini merupakan pembukaan dengan mengajak teman-teman komunitas. Mereka menyebarkan perdamaian dengan cara mereka masing-masing seperti musik, lukisan maupun karya seni lain,” ujar Ahmad Shalahuddin selaku koordinator acara saat berjumpa Tribunjogja.com di pembukaan “Jogja Peace Parade”.

Dengan mengambil tema “Building Bridge for Peace”, Ahmad berharap kegiatan ini bisa menjadi jembatan perdamain ketika banyak orang-orang yang di era sekarang membangun tembok, sekat, dan pembatas agama, ras, suku, maupun golongan.

“Memang harapannya bisa merespon di Jogja. Selain miniatur Indonesia, Jogja merupakan ruang bersama. Suku, agama, kelompok semua bertemu di Jogja dan bisa berkolaborasi. Kita buat ruang bersama, kita citrakan yogya sebagai rumah yang nyaman,” tutupnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak 11-30 September tersebut didukung banyak komunitas antara lain: Young Interfaith Peacemaker Comunity, Jaringan Gusdurian, The Messenjah, Republik Guyub Sharing Space, Dig Shine, Anti Tank Project, Beringinrimbun, AMAN Indonesia, Survove Garage, Srikandi Lintas Iman dan komunitas lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *