Kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam terus diuji dengan berbagai perselisihan antar kelompok baik yang berbeda suku, agama, etnis, maupun pilihan politik. Sekalipun juga banyak praktik-praktik pengelolaan perbedaan di masyarakat yang berlangsung damai dan harmonis di berbagai tempat, berkembangnya sentimen antar kelompok perlu diminimalkan dan dicegah agar tidak menimbulkan konflik yang mengarah pada aksi kekerasan. Perlu strategi dan upaya terus-menerus untuk meneguhkan komitmen mengelola keragaman dan menjaga perdamaian di masyarakat melalui cara-cara nir kekerasan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membangun dialog yang mampu menjembatani dan mengurai prasangka negatif antar golongan.

Dalam menciptakan kerukunan dan dialog, peran para pemimpin masyarakat sangat lah penting, baik tokoh adat, tokoh agama maupun pemimpin daerah. Sayangnya peran-peran tersebut mayoritas masih didominasi oleh laki-laki. Perempuan jarang muncul dan diberi ruang untuk turut serta mengatasi konflik yang ada. Bahkan dalam situasi konflik perempuan rentan menjadi korban kekerasan sebagaimana banyaknya kasus-kasus kekerasan seksual yang mengiringi berbagai konflik bersenjata. Kalaupun perempuan dilibatkan, peran-peran yang diberikan pada perempuan bukanlah peran yang signifikan. Keputusan-keputusan yang diambil dalam penyelesaian sebuah konflik masih kurang melibatkan aspirasi perempuan.

Padahal perempuan mempunyai peran yang sangat penting dan signifikan dalam menciptakan dan merawat kehidupan yang rukun, aman dan damai di masyarakat. Dewan Keamanan PBB bahkan menegaskan bahwa perempuan memegang peran penting dalam membangun perdamaian dan keamanan dunia. Dewan Keamanan juga terus mengembangkan standar dan kerangka kerja untuk memajukan kepemimpinan perempuan dalam perdamaian dan keamanan, termasuk urgensi penanganan kekerasan seksual dalam konflik secara komprehensif dan efektif. . Dalam perannya sebagai individu, istri, ibu dan juga pendidik anak-anak, perempuan menyemai nilai-nilai toleransi dan kasih sayang. Kualitas feminin, dan juga spiritualitas, yang tentu dipunyai kebanyakan perempuan diakui banyak kalangan menjadi salah satu faktor penting dalam mengantisipasi konflik dan kekerasan atas nama apapun. Sifat feminitas ini merupakan hal yang niscaya dalam menciptakan perdamaian antar-sesama. Oleh karena itu, peran perempuan dalam mengantisipasi konflik dan mencegah kekerasan harus terus dikembangkan dan ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya, termasuk untuk para perempuan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Yogyakarta sebagai kota pendidikan menjadikan masyarakatnya sangat beragam baik dari agama, suku, etnis, dan bangsa. Hal tersebut menyebabkan dinamika kehiduapan sosial, budaya dan agama sangat tinggi, yang pada gilirannya juga meningkatkan potensi konflik, bahkan bisa jadi merambat menjadi kekerasan di DIY. Hal itu sudah terbukti dalam empat tahun terakhir ini, kekerasan atas nama etnis dan agama semakin meningkat di Yogyakarta. Kelompok-kelompok intoleran yang berusaha menyingkirkan kelompok lain yang berbeda terus saja muncul.

Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk memperkuat peran perempuan lintas generasi, agama, suku, dan etnis untuk merawat keberagaman dan menjaga perdamaian di masyarakat, khususnya di Yogyakarta. Upaya tersebut salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya perempuan akan perannya dalam menciptakan perdamaian. Dalam rangka itulah Srikandi Lintas Iman bersama Forum Jogja Damai (FJD), Nasyiyatul Aisyiyah, dan Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) dan Just Associates (JASS) menginisiasi kegiatan diskusi dengan mengangkat tema “Peran Perempuan dalam Perdamaian”. Kegiatan ini sekaligus sebagai peringatan Hari Toleransi Internasional dan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal     : Rabu, 7 Desember 2016

Pukul                  : 13.00- selesai

Tempat               : Aula lantai 2 Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jl. Cik Ditiro No. 23 Yogyakarta

Pendaftaran:

Wening 085643361211

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *